ZIARAH MAKAM KH. BASHORI ALWI SINGOSARI MALANG
ZIARAH KE KH. M. BASHORI ALWI SINGOSARI MALANG
Warungdowo, Ahad, 20 September 2026 Santri baru Madrasah Aliyah As sholchah kelas X melakukan ziarah sowan ke makam KH. M. Bashori Alwi Singosari Malang. Ziarah yang dipimpin oleh kepala madrasah Gus Nawawi, SH., tersebut bertujuan untuk bertawasul memohon kepada Alloh agar semua santri diberikan kemudahan dan keberkahan dalam mencari ilmu.
Bagi warga Malang dan santri di Jawa Timur, nama *KH. M. Bashori Alwi* sangat tidak asing. Beliau adalah ulama kharismatik ahli Al-Qur'an, pendiri Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PIQ) Singosari, Malang. Ziarah ke makam beliau menjadi salah satu tujuan wisata religi yang ramai, terutama di bulan-bulan menjelang Ramadhan dan saat Haul.
1. Siapa Kiai Bashori Alwi?
Nama lengkap beliau adalah As-Sayyid Asy-Syarif KH. Muhammad Bashori bin Alwi Murtadlo. Lahir di Singosari, Malang pada 15 April 1927. Ayahanda beliau KH. Alwi bin Murtadlo adalah ulama ahli Qur'an dan tokoh NU yang pernah menjadi anggota Konstituante mewakili NU pada tahun 1955.
Beliau wafat pada *Senin, 23 Maret 2020 pukul 15.30 WIB* di usia 92 tahun di rumahnya di Singosari dan dimakamkan keesokan harinya setelah disholatkan di Masjid Jami' Hizbullah Singosari.
2. Lokasi Makam
Makam Kiai Bashori Alwi terletak di kompleks pemakaman khusus di dalam Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PIQ) Alamat: Jl. PIQ, Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Makamnya berada satu kompleks dengan area pesantren, sangat terawat dan mudah diakses. Dari pusat Kota Malang hanya berjarak sekitar 15 km ke arah utara.
3. Karomah dan Teladan Beliau
Kiai Bashori Alwi dikenal sangat dekat dengan *Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki* (guru besar ulama di Mekkah). Putra beliau, Gus Luthfi Bashori, bahkan pernah dititipkan belajar bertahun-tahun di Mekkah kepada Sayyid Muhammad Al-Maliki.
Dikisahkan saat Kiai Bashori sakit gula di usia 40 tahun, Sayyid Muhammad Al-Maliki berpesan: “Kalau engkau sakit jangan dirasakan, agar tidak sakit dua-duanya (ruhani dan jasmani)”
Sejak itu beliau tidak pernah mengeluh sakit dan tetap mengajar. Prinsip hidup beliau yang terkenal adalah: “Zakatnya ilmu itu adalah mengajar”
Makam buka setiap hari 24 jam, namun waktu terbaik untuk ziarah adalah pagi hari setelah Subuh hingga jam 16.00 WIB karena masih ada santri yang berjaga.
Semoga dengan berziarah ke makam Kiai Bashari Alwi, kita mendapatkan keberkahan ilmunya dan keteladanan dalam menjaga Al-Qur'an.







